Prototipe memanfaatkan sensor sederhana dan dapat dibaca melalui ponsel pengurus desa.

Tim yang terdiri dari mahasiswa teknik dan kesehatan masyarakat itu menguji alat di tiga sumber air warga selama satu semester.

Hasil pengujian akan diserahkan kepada pemerintah desa sebagai bahan pengambilan keputusan penyediaan air bersih.